Waspada Disfungsi Ereksi pada Diabetes Mellitus

50 sec read

Disfungsi ereksi dan impotensi merupakan salah satu komplikasi terbanyak dari diabetes mellitus. Disfungsi ereksi ditandai dengan ketidakmampuan penis untuk mempertahankan ereksi. Komplikasi ini didapatkan pada sekitar 35% hingga 70% pada laki-laki penderita diabetes. Hal ini disebabkan karena secara umum diabetes mellitus mengganggu fungsi saraf, pembuluh darah, dan otot tubuh, termasuk bagian alat kelamin.

Efek Gula Darah Tinggi pada Alat Kelamin Pria

Kadar gula darah yang tinggi pada pasien diabetes, akan merusak pembuluh darah dan saraf yang mengontrol terjadinya ereksi. Sehingga meskipun penderita diabetes mellitus masih merasakan dorongan seksual, namun tidak dapat mempertahankan ereksi atau ereksi yang terjadi tidak optimal.

Apa yang Dapat Dilakukan untuk Mengatasi Disfungsi Ereksi pada Diabetes Mellitus?

Pasien diabetes mellitus harus segera merubah pola hidup menjadi pola hidup yang sehat dengan pengaturan makan dan olahraga. Olahraga teratur minimal 150 menit dalam seminggu sangat membantu proses pengontrolan gula darah serta memperbaiki sirkulasi darah. Pasien juga disarankan untuk mengurangi konsumsi alkohol dan menghentikan rokok. Rokok akan menambah kerusakan pembuluh darah akibat diabetes. Waktu istirahat yang cukup juga penting karena terkait dengan kondisi tubuh yang optimal.

Hal paling penting bagi pasien diabetes mellitus adalah mengontrol kadar gula darahnya. Dengan kadar gula darah yang terkontrol diharapkan komplikasi terkait saraf maupun pembuluh darah juga dapat berkurang.

Berhati-hatilah dalam menggunakan “obat kuat”. Penggunaan obat-obatan seperti sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis), avanafil (Stendra), atau vardenafil (Levitra), harus dilakukan dengan hati-hati dan didiskusikan dengan dokter karena obat-obatan tersebut terkait dengan kondisi kesehatan jantung.

(Affa/RR)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *