Cara Mengobati Luka Akibat Diabetes

2 min read

cara merawat luka diabetes

Pada pasien dengan diabetes memang dapat terjadi gangguan saraf yang membuat si penderita tidak merasa bila terinjak atau tertusuk sesuatu. Dan pada penderita diabetes dapat juga terjadi gangguan yang membuat luka sulit sembuh.

Salah satu komplikasi tersering dari diabetes melitus (DM) adalah kaki diabetik. Pada pasien DM terdapat gangguan pada:

  • pembuluh darah kecil (mikroangiopati)
  • pembuluh darah besar (makroangiopati)
  • gangguan syaraf (neuropati)

Gejala adanya gangguan pada syaraf berupa rasa baal/kebas, kesemutan, rasa nyeri berkurang/tidak ada rasa nyeri sama sekali. Hilangnya sensasi pada kaki menyebabkan tekanan berulang pada kaki akhirnya terjadi kerusakan jaringan lunak. Selain itu penderita menjadi tidak peka terhadap suhu atau benda asing (seperti benda tajam) sehingga memudahkan terjadinya luka. Selain itu, gangguan pada pembuluh darah akibat kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lamamenyebabkan kaki tidak mendapatkan nutrisi yang cukup sehingga meningkatkan risiko terjadinya kaki diabetik pada pasien DM.

Luka pada kaki diabetik lebih sulit untuk sembuh dan dapat semakin parah jika tidak segera diobati. Komplikasi utamanya adalah infeksi dan amputasi. Dari seluruh penderita diabetes, 15% menderita ulkus diabetes pada kaki, dan 12-14% dari yang menderita ulkus tersebut memerlukan amputasi.

Perawatan Pada Luka Diabetes

Perawatan kaki pada penderita diabetes bertujuan untuk mencegah terjadinya luka.Berikut ini adalah tips untuk merawat kaki pada pasien diabetes melitus:

  1. Jagan berjalan tanpa menggunakan alas kaki, termasuk di pasir dan di air
  2. Periksa kaki setiap hari, laporkan pada dokter apabila kulit terkelupas, kemerahan atau luka
  3. Periksa alas kaki dari benda asing sebelum memakainya, seperti kerikil/benda tajam
  4. Selalu menjaga kaki dalam keadaan bersih, tidak basah, dan mengoleskan krim pelembab pada kulit yang kering.
  5. Potong kuku secara teratur
  6. Keringkan kaki dan sela-sela jari setelah dari kamar mandi
  7. Gunakan kaos kaki dari bahan katun yang tidak menyebabkan lipatan pada ujung-ujung jari kaki
  8. Jika ada kalus/mata ikan, tipiskan secara teratur
  9. Jika sudah ada kelainan bentuk kaki, gunakan alas kaki yang dibuat khusus
  10. Sepatu tidak boleh terlalu sempit/longgar, jangan menggunakan hak tinggi
  11. Jangan gunakan bantal atau botol berisi air panas/es batu untuk kaki

Luka tidak boleh mengalami penekanan karena penekanan yang berulang dapat mengakibatkan semakin dalamnya luka.

Menurut PERKENI 2006, pengendalian luka pada Diabetes sebaiknya dilakukan dengan cara:

  1. Kontrol metabolik (pengendalian kadar glukosa darah)
  2. Kontrol vaskular (perbaikan fungsi pembuluh darah)
  3. Kontrol infeksi (pengobatan infeksi secara agresif)
  4. Kontrol luka (pembuangan jaringan yang terinfeksi secara teratur)
  5. Kontrol edukasi.

Kami harapkan bila luka memang tidak sembuh coba kontrol ke dokter specialis penyakit dalam agar dapat dilakukan pemeriksaan tubuh.

Di dalam dunia kedokteran, istilah diabetes basah dan diabetes kering sebenarnya tidak ada. Penyakit ini terbagi menjadi diabetes tipe-2, diabetes tipe-2 dan diabetes di usia muda (MODY). Masyarakatlah yang ‘menciptakan’ istilah diabetes basah dan diabetes kering untuk menggambarkan kondisi luka (gangrene) pada penderita. Luka tersebut merupakan komplikasi dari diabetes.

Pada diabetes kering, luka terjadi karena adanya kerusakan pembuluh darah akibat gula darah tinggi berkepanjangan yang menyebabkan sirkulasi darah terganggu dan luka menjadi sulit sembuh. Ini karena darah membawa oksigen dan nutrisi ke jaringan di sekitar luka, agar luka cepat sembuh. Jika aliran darah terhambat maka aliran oksigen ke jaringan sel pun akan terganggu atau bahkan bisa mati.

Sedangkan yang dimaksud dengan diabetes basah adalah diabetes dengan luka berbentuk basah akibat suatu infeksi. Luka diabetes yang sudah terinfeksi oleh bakteri akan mengeluarkan nanah di atasnya. Permukaan basah itulah yang memunculkan istilah diabetes basah.

Luka ini bisa menyembuh jika kadar gula darah mencapai target pengendalian yakni:

HbA1c <7% (optimal bila <6,5%)Gula darah puasa <80-130 mg/dL (optimal bila <110 mg/dL)Gula darah  2 jam post prandial (setelah makan) <180 mg/dL (optimal bila <140 mg/dL)Dan ini bisa dicapai dengan pengaturan pola makan, olahraga, dan konsumsi obat yang rutin. Pada kasus seperti ini, biasanya diperlukan pula insulin. Tanyakan pada dokter, regimen pengobatan apa yang terbaik untuk orang tua Anda.

Terkait dengan makanannya, agar luka cepat sembuh, konsumsi makanan tinggi protein seperti daging merah, ayam, ikan, dan telur.

Jangan lupa pula untuk selalu membersihkan luka agar cepat kering.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

sumber: https://www.klikdokter.com/tanya-dokter/read/2818729/penanganan-luka-diabetes

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *