Komplikasi yang Terjadi pada Gigi dan Mulut Penderita Diabetes

1 min read

Pada penderita diabetes, sering kita temukan kondisi gigi dan mulut yang kurang baik. Awalnya merasa mulut terasa berbau bahkan tidak jarang penderita menjadi ompong sehingga mengurangi kepercayaan diri. Hal ini membuat beberapa penderita menjadi menarik diri dari pergaulan. Bahkan para penderita tidak menyadari bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan penyakit diabetes yang tidak terkontrol. Dalam artikel ini akan dijelaskan apa yang terjadi pada gigi dan mulut penderita diabetes.

Komplikasi Melemahnya Saraf Tepi

Diabetes merupakan penyakit yang dalam pekembangannya dapat menlemahkan persarafan, termasuk persarafan pada indra pengecap. Melemahnya saraf pengecap menyebabkan stimulasi terhadap kelenjar ludah sehingga produksi air liur juga bekurang. Kondisi ini dapat menyebabkan lidah menjadi kasar, muncul sariawan, dan bibir retak-retak. Ketika mulut terus-terusan kering, penderita akan mengalami kesulitan mengunyah, menelan, dan berbicara. Bahkan menimbulkan bau mulut yang tidak sedap.

Mulut yang dibiarkan mengering juga dapat menimbulkan luka pada gusi dan dinding mulut serta meningkatkan risiko pembusukan gigi atau infeksi jamur.

Kerentanan Terhadap Infeksi.

Sistem imun atau daya tahan tubuh merupakan faktor penting dalam mencegah terjadinya infeksi pada manusia, karena tubuh hampir setiap saat terpapar oleh kuman penyakit. Tetapi tidak semua orang memiliki daya tahan tubuh yang mampu melindungi tubuh dari infeksi, salah satunya adalah penderita diabetes.

Peningkatan kadar gula darah yang tidak terkontrol pada penderita diabetes, menyebabkan respon sistem imun menjadi lambat saat terpapar oleh suatu kuman penyakit. Kondisi ini juga cenderung menguntungkan bagi kuman, karena kadar glukosa tinggi dapat meningkatkan kemampuan kuman untuk tumbuh dan menyebar lebih cepat.

Diabetes merupakan penyakit kronis yang apabila tidak terkontrol menyebabkan penurunan respon tubuh terhadap infeksi. Apabila penderita memiliki permasalahan di mulut, seperti gigi berlubang dan sariawan, maka kondisi ini akan semakin memberat, membuat di di rongga mulut misalnya setelah mencabut gigi, tidak kunjung sembuh.

Melemahnya Jaringan Penyangga pada Gigi dan Mulut

Efek kontrol gula darah yang kurang baik pada penderita diabetes menimbulkan proses peradangan. Hal ini diperburuk dengan adanya gangguan aliran pembuluh darah yang menyebabkan melemahnya jaringan penyangga pada gusi sehingga gigi menjadi goyang dan terlepas apabila tidak dirawat dengan baik. Gangguan tersebut dapat terjadi dan terus berulang apabila tidak diperhatikan dan mendapat penanganan yang baik. Pada awalnya bakteri akan membentuk plak gigi berlanjut menjadi peradangan gusi dan juga kerusakan pada jaringan yang menyangga gigi.

Selain hal tersebut, masih banyak lagi komplikasi yang dapat terjadi bila kadar gula darah tidak terkontrol dan penderita tidak menjaga kebersihan mulut. Maka dibutuhkan kontrol rutin untuk mengecek gula darah serta ke dokter gigi untuk menjaga kondisi mulut untuk deteksi dini bila ditemukan kerusakan dapat diberikan pengobatan lebih awal.

(Novi/RR)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *